Kamis, 02 Maret 2023
Rabu, 22 Juni 2022
Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya. Selain untuk kesehatan, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara kita mengagungkan ciptaan Tuhan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. Apabila kebersihan organ reproduksi kurang dijaga, akan dapat terjangkit oleh penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau pun parasit lain. Nah, berikut ini ada beberapa upaya untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau pun parasit lain.
- Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan bertekstur lembut. Hindari bahan yang bersifat panas, kurang menyerap keringat dan berbahan ketat (misalnya jeans).
- Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar. Selanjutnya, keringkan sisa air yang masih menempel di kulit dengan menggunakan tisu atau handuk hingga benar-benar kering. Ini akan dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi oleh jamur pada bagian organ reproduksi.
- Mengganti celana dalam 2 – 3 kali sehari.
- Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila sudah panjang, karena apabila terlalu panjang akan menjadi sarang kuman.
- Bagi kamu yang perempuan, apabila sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin. Pada saat aliran darah banyak, kamu dapat menggantinya minimal 2–3 jam sekali. Darah yang tertampung pada pembalut dapat menjadi media tumbuhnya kuman penyebab infeksi.
- Bagi kamu yang perempuan, hindari menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan dan pantyliner secara terus-menerus. Penggunaan sabun pembersih daerah kewanitaan akan mengubah pH vagina dan akan membunuh bakteri baik (flora normal) dalam vagina, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. Penggunaan pantyliner secara terus-menerus, dapat menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembap, sehingga memudahkan terjadinya infeksi bakteri dan jamur, menyebabkan munculnya jerawat di daerah kewanitaan, dan menyebabkan iritasi pada kulit.
- Rajin berolahraga dan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Selain bermanfaat bagi kesehatan, juga dapat mencegah terjadinya infeksi organ reproduksi oleh jamur.
Sistem reproduksi sangat rawan terhadap kelainan dan penyakit.Berikut ini akan dibahas beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.
a. HIV/ AIDS
b. Gonore (GO)
Penyakit gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing pada laki-laki, serta keputihan berwarna kuning hijau pada perempuan. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada bayi yang baru lahir.
c. Sifilis (Raja Singa)
d. Herpes Simplex Genitalis
e. Keputihan
f. Epididimitis
Rabu, 08 Juni 2022
Alat reproduksi atau alat kelamin laki-laki dapat dibedakan menjadi alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam.
a Alat Reproduksi Luar
Alat reproduksi luar merupakan alat reproduksi yang terletak
pada bagian luar tubuh dan dapat diamati secara langsung.
1)
Penis
Bagi kamu anak laki-laki, air kencingmu dikeluarkan melalui
organ yang disebut penis. Penis berfungsi sebagai saluran kencing (urine) dan sebagai
saluran sperma. Penis terbentuk dari otot dan tidak memiliki tulang. Pada ujung
penis terdapat struktur seperti lipatan kulit yang disebut kulup (prepuce).
Kulup inilah yang dipotong saat seseorang dikhitan.
2) Skrotum
Pada bagian di dekat penis terdapat kantong yang terlihat
seperti lipatan-lipatan kulit yang disebut skrotum. Pada skrotum tersebut terdapat
dua buah (sepasang) testis atau buah zakar yang berbentuk bulat telur. Skrotum
juga berfungsi menjaga suhu testis agar sesuai untuk produksi sperma.
b. Alat Reproduksi Dalam
Alat reproduksi dalam merupakan alat reproduksi yang
terletak pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat diamati secara langsung. Alat
reproduksi dalam antara lain terdiri atas testis, saluran sperma, uretra, dan
kelenjar reproduksi.
1) Testis
Testis merupakan organ reproduksi yang berbentuk bulat
telur, berjumlah dua buah (1 pasang) dan terdapat dalam skrotum. Saat ini, mungkin
kamu berusia antara 13 atau 14 tahun. Pada usia tersebut testis mulai
memproduksi sperma atau sel kelamin jantan dan hormon testosteron.
Nah, tahukah kamu apa itu sperma dan hormon testosteron?
Sperma
merupakan sel tunggal yang mempunyai ekor dan kepala yang merupakan sel kelamin
bagi laki-laki. Hormon testosteron adalah
senyawa yang dapat merangsang perubahan fisik pada anak lakilaki seperti
membesarnya jakun dan tumbuhnya rambut pada tempattempat tertentu, misalnya
kumis. Pada masa inilah kamu berada pada masa pubertas. Masa pubertas adalah masa ketika seorang anak
mengalami
pematangan fungsi seksual yang disertai perubahan fisik dan psikis.
2) Saluran Sperma
Saluran sperma tersusun atas epididimis, vas deferens, dan
uretra. Sperma yang dihasilkan di dalam testis akan keluar melalui epididimis. Epididimis merupakan
saluran yang keluar dari testis. Pada saluran ini sperma disimpan sementara
waktu sampai berkembang sempurna, dan dapat bergerak menuju saluran berikutnya,
yaitu vas deferens. Vas deferens merupakan saluran yang menghubungkan
epididimis dan uretra serta berfungsi sebagai saluran sperma menuju uretra.
Uretra merupakan
saluran akhir dari saluran reproduksi lakilaki yang terdapat di dalam penis.
Masih ingatkah kamu bahwa air kencingmu keluar melalui penis? Uretra selain
berfungsi sebagai saluran keluarnya sperma juga berfungsi sebagai saluran
keluarnya urine. Proses keluarnya sperma ini dikenal dengan istilah ejakulasi.
3) Kelenjar Reproduksi
Kelenjar reproduksi berfungsi untuk memproduksi getah atau cairan yang nantinya bercampur dengan sel sperma menjadi cairan mani atau semen. Kelenjar reproduksi pada laki-laki terdiri atas vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper.
a) Vesikula Seminalis
Vesikula seminalis merupakan struktur yang berbentuk seperti kantong kusut kecil (±5 cm) yang terletak di belakang (posterior) dari kantong kemih. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang bersifat basa (alkali) yang mengandung fruktosa (gula monosakarida), hormon prostaglandin, dan protein pembekuan. Apa fungsi dari masing-masing zat tersebut?
b) Kelenjar Prostat
Kelenjar prostat berfungsi menghasilkan cairan keputih-putihan, sedikit asam (pH 6,5), dan mengandung beberapa zat yaitu: 1) asam sitrat yang digunakan untuk menghasilkan energi (ATP); 2) beberapa enzim, yaitu pepsinogen, lisozim, dan amilase; 3) seminal plasmin yang berfungsi sebagai antibiotik untuk membunuh bakteri dalam saluran reproduksi.
c) Kelenjar Cowper (Bulbouretra)
Kelenjar Cowper menghasilkan lendir dan cairan yang bersifat
basa. Cairan ini berfungsi melindungi sperma dengan cara menetralkan urine yang
memiliki pH asam yang tersisa dalam uretra serta melapisi uretra, sehingga mengurangi sperma yang rusak
selama ejakulasi.
Sperma yang dihasilkan testis akan bercampur dengan
getah-getah yang dihasilkan oleh kelenjar–kelenjar reproduksi, sehingga
terbentuk suatu suspensi (campuran antara zat cair dan zat padat) yang disebut semen (cairan
mani). Semen inilah yang dikeluarkan melalui uretra.
Pada umumnya, volume semen yang dikeluarkan sebesar 2,5–5 mililiter (mL). Dalam tiap 1 mililiter semen terkandung 50-150 juta sel sperma. Dari jutaan sel sperma tersebut hanya 1 (satu) sel sperma yang akan berhasil membuahi sel telur.
2 Spermatogenesis
Tanda
bahwa sistem reproduksi pada laki-laki telah matang adalah keluarnya cairan
mani dari penis. Biasanya, cairan mani tersebut keluar pada saat anak laki-laki
mengalami mimpi basah. Mimpi basah pada umumnya terjadi saat berumur antara 10
– 14 tahun.
Apakah
sebenarnya cairan mani itu? Cairan mani merupakan campuran sel-sel sperma
dengan getah-getah yang dikeluarkan oleh kelenjar reproduksi.
Proses
pembentukan sperma disebut dengan spermatogenesis.
Pembentukan
sel sperma terjadi di dalam tubulus seminiferus. Kata ”tubulus” berarti
saluran-saluran, sedangkan kata ”seminiferus” berasal dari kata ”semen” yang
artinya sperma. Jadi, tubulus seminiferus adalah saluran panjang yang
berkelokkelok tempat pembentukan sperma. Kumpulan tubulus inilah sebenarnya
struktur yang membentuk testis.
Proses pembentukan sperma pada tubulus seminiferus terjadi secara bertahap. Sel induk sperma atau spermatogonium yang bersifat diploid (2n) mengalami pembelahan secara mitosis membentuk spermatosit primer. Selanjutnya, spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis tahap satu (meiosis I) membentuk dua spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Spermatosit sekunder kemudian mengalami pembelahan meiosis tahap II (meiosis II) membentuk spermatid yang bersifat haploid (n). Akhirnya, spermatid mengalami diferensiasi atau perkembangan sehingga terbentuk empat sel sperma atau spermatozoa yang matang.
Kamis, 02 Juni 2022
A. Pembelahan Sel
Sebelumnya kamu telah mengetahui bahwa pada awalnya manusia berasal dari satu sel. Sel tersebut kemudian mengalami pembelahan, sehingga jumlah sel manusia pada saat dewasa sekitar 200 triliun.
Setidaknya ada tiga alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi. Makhluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel dalam suatu makhluk hidup maka semakin besar ukuran makhluk hidup itu. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dibedakan menjadi pembelahan mitosis dan meiosis. Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini, dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom yang jumlahnya sama dengan kromosom sel induk.
Kromosom adalah materi genetik yang berperan dalam pewarisan sifat. Pembelahan secara meiosis hanya terjadi pada organ kelamin. Pembelahan ini berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur atau sel sperma).
1. Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anakan. Sel anakan tersebut mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Artinya, kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika yang sama, termasuk sama dalam jumlah kromosom dengan induknya. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya berpasangan (2n).
Pembelahan mitosis merupakan proses yang berkesinambungan yang terdiri atas empat fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Setiap fase pembelahan tersebut memiliki ciriciri yang berbed Pada tahap akhir dari pembelahan mitosis yaitu fase telofase, umumnya selalu diikuti dengan pembelahan sitoplasma yang disebut dengan sitokinesis. Pada saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan yang berfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan.
2. Pembelahan Meiosis
Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 (empat) sel anakan yang masing-masing sel anakan hanya memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk. Dapat dikatakan bahwa jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah n atau disebut dengan haploid. Oleh karena itu, meiosis disebut sebagai pembelahan reduksi.
Berbeda dengan mitosis, pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tingkat yaitu meiosis I dan meiosis II. Meskipun demikian, fase-fase pembelahan meiosis mirip dengan fasefase pembelahan mitosis.
Senin, 23 Mei 2022
Berdasarkan Hasil Rapat Dewan Guru pada hari Kamis tanggal 14 Juni 2022 tentang Penentuan Kelulusan Kelulusan dan mengacu pada:
- Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa Darurat Penyebaran Coronavirus Desease (Covid-19)
- Surat Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional Dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan Ujian Sekolah Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid- 19).
- Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Spesifikasi Teknis, bentuk serta Tata Cara Pengisian, Penggantian dan Pemusnahan Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2021/2022
- Silakan masukan password yang diberikan
Rabu, 08 Juli 2020
Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses yang harus dikuasai, antara lain seperti berikut.
- Pengamatan
- Membuat Inferensi
- Mengomunikasikan
- Objek yang dipelajari dalam IPA, meliputi seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola-pola keteraturannya. Objek tersebut dapat berupa benda yang sangat kecil (renik), misalnya bakteri, virus, bahkan partikel-partikel penyusun atom, juga dapat berupa benda-benda yang berukuran sangat besar, misalnya lautan, bumi, matahari hingga jagat raya ini.
RANGKUMAN
- Penyelidikan ilmiah IPA melibatkan sejumlah proses, antara lain mengamati, membuat inferensi, dan mengomunikasikan.
- Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan.
- Mengukur adalah membandingkan besaran dengan besaran sejenis sebagai satuan; menghasilkan ukuran yang terdiri atas nilai dan satuan. Mengukur membutuhkan alat ukur. Alat ukur harus sesuai dengan besaran yang akan diukur.
- Besaran yang diukur terdiri atas besaran pokok dan turunan. Satuan besaran pokok didefinisikan, satuan besaran turunan diturunkan dari besaran pokok. Panjang, massa, waktu, kuat arus, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya termasuk besaran pokok. Luas, volume, konsentrasi (kepekatan) larutan, serta laju pertumbuhan termasuk besaran turunan. DOWNLOAD DIKTAT
Senin, 27 April 2020
Selasa, 21 April 2020
| Klik Gambar untuk MelihatVideo Pembelajara |









