Senin, 27 April 2020
Selasa, 21 April 2020
C. Teknologi
yang Terinspirasi dari Struktur Jaringan Tumbuhan
Struktur organ dan jaringan tumbuhan tersebut
menginspirasi manusia untuk mengembangkan teknologi yang memiliki banyak
manfaat bagi manusia.
1. Panel Surya (Solar Cell)
Panel surya merupakan alat yang dapat
mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Ketika cahaya matahari mengenai
permukaan panel surya menyebabkan elektron pada panel
surya bergerak melalui suatu konduktor dan menjadi arus listrik. Mekanisme
kerja panel surya ini terinspirasi oleh mekanisme fotosintesis yang terjadi
pada daun tumbuhan.
Pada proses fotosintesis juga dibutuhkan cahaya
dan zat hijau daun yang disebut klorofil. Melalui fotosintesis ini dihasilkan
oksigen (O2) dan glukosa (C6H12O6). Saat daun terkena sinar matahari klorofil akan menyerap energi cahaya.
Elektron pada kompleks klorofil akan bergerak melalui suatu saluran dan
menyebabkan muatan positif ikut bergerak. Muatan positif ini selanjutnya
bergerak menuju kompleks enzim yang berfungsi menghasilkan energi kimia berupa
ATP dan NADPH. Energi ATP dan NADPH ini selanjutnya akan digunakan untuk
mengubah CO2 menjadi glukosa. Klik disini
2. Sensor Cahaya
Ketika kamu mengamati lampu
penerangan jalan, beberapa lampu penerangan jalan tersebut ada yang dapat
menyala sendiri ketika menjelang malam dan mati sendiri saat menjelang pagi
tanpa harus dinyalakan dan dimatikan secara manual. Lampu penerangan jalan
tersebut mampu menyala dan mati secara otomatis karena dilengkapi dengan sensor
cahaya yang disebut fotoresistor atau light-dependent resistor (LDR) dan
sakelar pengatur on dan off. Fotoresistor ini mampu mendeteksi ada dan tidak adanya
cahaya di lingkungan sekitar. Fotoresistor ini merupakan resistor atau hambatan
listrik yang dapat diubah nilai hambatannya melalui penyinaran cahaya. Hambatan
listrik dari fotoresistor ini akan berkurang jika terkena cahaya, dengan kata
lain jika terdapat cahaya alat ini mampu menghantarkan listrik.
Saat menjelang pagi, sinar matahari akan mengenai
fotoresistor. Menyebabkan listrik mengalir menuju sakelar. Aktifnya sakelar ini
malah akan mematikan aliran listrik utama, sehingga lampu penerangan jalan
menjadi mati. Saat menjelang malam, aliran listrik tidak dapat mengalir melalui
fotoresistor ini sehingga tidak ada aliran listrik yang mengalir menuju
sakelar. Akibatnya sakelar berada dalam kondisi on sehingga lampu penerangan menyala.
Mekanisme pada lampu penerangan tersebut juga
terinspirasi oleh mekanisme yang terjadi pada tumbuhan. Tanaman kaktus hidup di
daerah gurun yang kering dan memiliki stomata yang unik, stomata kaktus akan
membuka saat malam hari dan akan tertutup saat siang hari untuk mengurangi
penguapan air. Proses membuka dan menutupnya stomata didukung oleh aktivitas
sel penjaga stomata. Sel penjaga ini memiliki reseptor cahaya yang disebut
fotoreseptor yang peka terhadap cahaya. Saat siang hari yang terik fotoreseptor
pada sel penjaga akan menangkap cahaya dan menyebabkan air dalam sel penjaga
dipompa keluar dengan bantuan ion-ion. Akibatnya sel penjaga akan mengecil dan
lubang stomata tertutup. Saat malam hari, air dipompa lagi masuk ke dalam sel
penjaga dengan bantuan ion-ion, sehingga sel penjaga menjadi lebih besar,
akibatnya stomata menjadi terbuka.
3. Lapisan
Pelindung dan Pengilap
Daun tanaman talas atau daun teratai
kedua tanaman tersebut sangat bersih dan tahan air. Bila dilihat melalui
mikroskop penampang melintang dari kedua daun tersebut terdapat lapisan tebal
yang disebut kutikula. Kutikula ini tersusun atas senyawa lipid berupa lilin (wax) dan
polimer hidrokarbon yang disebut kutan. Kedua senyawa ini bersifat hidrofobik
atau tidak suka air, sehingga jika air mengenai lapisan ini tidak akan
membasahi daun. Lapisan lilin ini juga mampu mencegah menempelnya debu atau
kotoran lain dan membuat daun tetap bersih.
Para ilmuwan mengadopsi mekanisme ini
dan menerapkannya untuk membuat cat yang tidak mudah kotor, lapisan pengilap,
dan lapisan anti air, misalnya pada semir sepatu, lapisan pengilap pada mobil
atau perabot rumah tangga, dan lain sebagainya.
4. Alat
Pemurnian Air
Pada umumnya perairan yang ditumbuhi
eceng gondok kondisi airnya jernih. Hal ini disebabkan karena akar eceng gondok
berbentuk serabut-serabut yang banyak dan rapat. Akarakar ini mampu menyerap
partikel-partikel yang terlarut dalam air sehingga air menjadi bersih. Bahkan
zat-zat berbahaya seperti racun pun dapat diserap oleh eceng gondok. Apabila membran sel akar diamati secara lebih teliti dengan
menggunakan mikroskop elektron, maka akan terlihat lubang-lubang atau saluran
kecil pada membran sel akar. Saluran ini terbentuk dari protein dan memiliki
lubang dengan ukuran tertentu dan daya ikat tertentu pula. Salah satu
salurannya bernama aquaporin. Aquaporin ini merupakan saluran (protein kanal) yang hanya dapat dilewati oleh
air, sehingga partikel lain tidak dapat masuk lewat aquaporin.
Mekanisme tersebut menginspirasi ilmuwan untuk
mengembangkan teknologi penyaringan atau pemurnian air. Dengan teknologi ini
air yang kotor dapat disaring, sehingga air hasil penyaringan benar-benar
bersih dan aman untuk dikonsumsi.
(sumber : KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2017)
B. Struktur dan Fungsi Jaringan
Tumbuhan
Organ tumbuhan tersusun atas berbagai jenis
jaringan. Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki struktur yang sama yang
membentuk suatu kesatuan untuk memberikan fungsi tertentu. Berdasarkan
aktivitas pembelahan sel penyusun jaringan selama masa pertumbuhan dan
perkembangan, jaringan tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi jaringan meristem
(jaringan embrional) dan jaringan permanen (jaringan dewasa).
1. Jaringan
Meristem
Jaringan meristem atau disebut juga
jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara
mitosis. Hal ini menyebabkan sel-sel tumbuhan semakin bertambah dan menyebabkan
tumbuhan mengalami pertambahan tinggi dan volume. Berdasarkan asal
terbentuknya, jaringan meristem dapat dikelompokkan
menjadi dua macam, yaitu meristem primer dan meristem sekunder.
a. Meristem
Primer
Meristem primer adalah jaringan meristem pada tumbuhan yang sel-selnya
aktif membelah. Meristem primer pada umumnya terdapat pada ujung batang dan
ujung akar oleh karena itu meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer pada
tumbuhan (pertumbuhan vertikal atau perpanjangan akar dan batang). | Klik Gambar untuk MelihatVideo Pembelajara |
Meristem sekunder berasal dari
sel-sel dewasa yang berubah sifatnya menjadi meristematik kembali (aktif
membelah kembali). Contohnya adalah kambium pembuluh (kambium vaskuler) dan
kambium gabus (felogen). Kambium vaskuler merupakan lapisan sel-sel yang aktif
membelah yang terletak di antara pembuluh angkut xilem dan floem. Kambium
vaskuler ini banyak terdapat pada batang dan akar tumbuhan dikotil, sedangkan
tumbuhan monokotil pada umumnya tidak memiliki kambium vaskuler.
Aktivitas kambium ini menyebabkan tumbuhan
mengalami pertumbuhan sekunder sehingga batang menjadi besar. Aktivitas
pembelahan kambium vaskuler ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder
sedangkan pembelahan ke arah luar akan membentuk floem sekunder.
2. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa atau disebut juga jaringan
permanen merupakan jaringan yang bersifat non-meristematik atau tidak aktif
membelah. Jaringan ini berasal dari pembelahan sel-sel meristem primer dan
sel-sel meristem sekunder, yang telah mengalami diferensiasi atau mengalami
perubahan bentuk sehingga memiliki fungsi tertentu. Berdasarkan fungsinya
jaringan dewasa dibedakan menjadi empat, yaitu jaringan pelindung, jaringan
dasar, jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut.
a. Jaringan Pelindung
Jaringan pelindung terdapat di seluruh permukaan
luar tumbuhan. Tumbuhan membutuhkan jaringan pelindung untuk melindungi bagian
dalam tumbuhan dari berbagai pengaruh luar yang merugikan, misalnya hilangnya
air akibat suhu yang meningkat dan melindungi dari kerusakan mekanik. Contoh
dari jaringan pelindung yaitu jaringan epidermis. Sel-sel epidermis dapat
berkembang (mengalami modifikasi) menjadi alat pelindung tambahan, misalnya
stomata (mulut daun), sisik, trikoma (rambut-rambut), dan duri (spina).
b. Jaringan Dasar
Jaringan dasar merupakan jaringan yang hampir
terdapat pada seluruh bagian tumbuhan. Jaringan dasar seringkali disebut jaringan
pengisi. Jaringan ini berperan penting dalam semua proses fisiologi
(metabolisme) pada tumbuhan. Contoh dari jaringan dasar ini yaitu jaringan
parenkim. Jaringan parenkim dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis jaringan
parenkim lain, misalnya pada buah dan umbi (Gambar 3.18) parenkim
berdiferensiasi menjadi parenkim cadangan makanan yang berfungsi
b. Jaringan Penyokong (Penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang
berperan untuk menunjang bentuk tubuh tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya,
jaringan penyokong dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan kolenkim
dan jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jaringan yang berfungsi
untuk menyokong bagian tumbuhan yang masih muda. Sel-sel jaringan kolenkim
memiliki dinding sel yang mengalami penebalan, namun tidak merata. Jaringan
sklerenkim merupakan jaringan penguat yang bersifat permanen. Jaringan
sklerenkim berfungsi untuk menyokong tubuh tumbuhan yang sudah tua.
Berdasarkan bentuk selnya, jaringan sklerenkim
dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan serat (fiber) dan jaringan sklereid.
Jaringan serat banyak ditemukan pada jaringan xilem. Jaringan sklereid ini
banyak ditemukan pada kulit kacang atau buah pir.
c. Jaringan Pengangkut (Vaskuler)
Jaringan pengangkut terdiri atas dua jenis, yaitu
xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan zat-zat terlarut di
dalamnya dari akar menuju daun. Floem berfungsi untuk mengangkut makanan hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
3. Struktur dan Fungsi Jaringan pada Akar
Fungsi akar antara lain untuk menambatkan tubuh
tumbuhan pada tanah, menyerap air dan mineral dalam tanah, dan pada beberapa
tumbuhan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
Jaringan meristem apikal sel-selnya terus
membelah membuat akar semakin panjang. Sedangkan tudung akar berfungsi untuk
melindungi sel-sel meristem tersebut saat membelah sehingga dapat menembus
tanah tanpa mengalami kerusakan dan akar dapat menambatkan tubuh tumbuhan
dengan kuat ke dalam tanah. Selain menambatkan tubuh tumbuhan ke tanah, akar
juga berfungsi untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah.
Akar tersusun atas epidermis, korteks, dan
silinder pusat. Epidermis merupakan bagian terluar akar. Sel-sel epidermis
memiliki dinding yang tipis, sehingga air dan mineral mudah masuk ke dalam
sel-sel epidermis yang kemudian diteruskan ke dalam korteks dan silinder pusat.
Pada bagian tertentu sel-sel epidermis juga mengalami modifikasi menjadi rambut
akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan mineral. Bagian
yang lebih dalam dari epidermis yaitu korteks. Korteks ini tersusun atas
jaringan parenkim yang dinding selnya tipis dan tersusun renggang. Korteks ini
berfungsi untuk tempat penyimpanan cadangan makanan bagi tumbuhan.
Lapisan terdalam dari korteks disebut endodermis.
Lapisan endodermis tersusun atas satu lapis sel yang membatasi korteks dengan
silinder pusat. Pada endodermis terdapat bentukan seperti pita yang disebut pita Kaspari. Pita Kaspari berfungsi untuk mengatur jalannya mineral yang diserap oleh
akar agar menuju ke silinder pusat. Di sebelah dalam endodermis terdapat daerah
silinder pusat atau stele. Silinder pusat tersusun atas jaringan pengangkut dan
jaringan pendukung lainnya seperti perisikel dan parenkim empulur.
Sel-sel perisikel berfungsi untuk membentuk
cabang akar. Berkas pengangkut pada silinder pusat terdiri atas xilem yang
berfungsi mengangkut air dan mineral dari tanah menuju batang hingga ke daun
dan floem yang berfungsi mengangkut makanan hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh tubuh tumbuhan.
4. Struktur dan Fungsi Jaringan pada Batang
Beberapa fungsi batang antara lain menyokong
bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas tanah, sebagai jalan pengangkutan
air dan mineral dari akar menuju daun dan jalan pengangkutan makanan dari daun
ke seluruh tubuh tumbuhan, serta pada beberapa tumbuhan, batang juga berfungsi sebagai
tempat menyimpan cadangan makanan.
Bagian terluar batang yang masih muda tersusun
atas jaringan epidermis. Pada batang tumbuhan dikotil yang sudah dewasa,
epidermis akan rusak dan digantikan oleh periderm atau jaringan gabus. Pada bagian yang lebih dalam dari epidermis terdapat korteks, yang tersusun
atas jaringan parenkim.
Pada beberapa tumbuhan, seperti tebu, kentang,
dan rimpang kunyit, di daerah korteks inilah cadangan makanan disimpan. Berkas
pengangkut pada batang merupakan kelanjutan berkas pengangkut pada akar.
Melalui berkas pengangkut ini, air dan mineral yang diserap akar diteruskan oleh
berkas pengangkut pada batang untuk menuju daun.
Pada batang dikotil, berkas pengangkut tersusun
dalam lingkaran, sedangkan pada batang monokotil, berkas pengangkut tersebar.
Antara xilem dan floem pada berkas pengangkut tumbuhan dikotil terdapat kambium
vaskuler yang aktif membelah.
5. Struktur dan Fungsi Jaringan pada Daun
Daun memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk
mengambil gas karbon dioksida (CO2) yang digunakan untuk fotosintesis, mengatur
penguapan air (transpirasi), dan pernapasan (respirasi) tumbuhan. Pada
permukaan atas dan bawah daun terdapat jaringan yang disebut epidermis.
Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan di dalam daun. Pada beberapa
tumbuhan, daun juga dilapisi oleh lapisan lilin yang disebut kutikula yang
berfungsi untuk mengurangi penguapan. Sel-sel epidermis dapat mengalami
modifikasi menjadi stomata, sisik, dan rambut-rambut.
Stomata dapat membuka dan menutup, menyesuaikan
kondisi lingkungan. Saat siang hari stomata membuka, sehingga karbon dioksida
dapat masuk ke dalam daun untuk digunakan dalam fotosintesis. Tetapi tumbuhan yang
hidup di daerah kering, misalnya kaktus, stomata menutup saat siang hari. Hal
ini dilakukan agar tidak banyak air dalam tubuh yang hilang karena menguap
lewat stomata. Stomata baru membuka saat malam hari.
Di bawah lapisan epidermis atas terdapat jaringan
yang berbentuk silinder, tersusun padat menyerupai tiang, dan banyak mengandung
klorofil. Jaringan ini disebut jaringan palisade atau jaringan tiang. Di bawah
jaringan palisade terdapat jaringan bunga karang, tersusun dari sel-sel yang
bentuknya tidak teratur, tersusun longgar, dan juga mengandung klorofil. Kedua jaringan
ini merupakan jaringan mesofil. Jaringan
mesofil ini sebenarnya merupakan jaringan parenkim yang mengandung klorofil. Di
dalam jaringan mesofil inilah terjadi proses fotosintesis.
Pada tumbuhan monokotil, mesofil tidak
berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang, tetapi
tersusun atas sel-sel parenkim yang mengandung klorofil yang memiliki ukuran
seragam. Di dalam daun juga terdapat jaringan xilem yang membawa air dan mineral
dari batang dan jaringan floem yang berfungsi membawa hasil fotosintesis dari
daun untuk disalurkan ke seluruh tubuh tumbuhan
(sumber : KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2017)
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan
dalam menyediakan oksigen (O2), karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan
mineral bagi manusia serta berbagai jenis hewan yang ada di bumi. Oksigen
dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk proses pernapasan; karbohidrat dan
lemak sebagai sumber energi; protein sebagai zat pembangun tubuh; vitamin dan
mineral berfungsi membantu reaksi-reaksi dalam tubuh.
A. Struktur dan Fungsi Akar, Batang, Daun, dan Bunga
Organ merupakan kumpulan dari beberapa macam
jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi
tertentu. Tubuh tumbuhan berpembuluh tersusun atas beberapa organ dan organ
penyusun tumbuhan berpembuluh dapat dikelompokkan menjadi organ vegetatif dan
organ generatif.
Organ vegetatif merupakan organ tumbuhan yang
berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, terutama
berguna untuk penyerapan pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat-zat
makanan. Organ vegetatif tumbuhan berpembuluh terdiri atas akar, batang, dan
daun.
Organ generatif merupakan organ tumbuhan yang
berfungsi dalam proses perkembangbiakan secara generatif atau seksual
(didahului oleh peristiwa perkawinan). Pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) organ generatif
terdiri atas bunga, buah, dan biji.
1. Struktur dan Fungsi Akar
Akar merupakan organ tumbuhan yang umumnya berada
di bawah permukaan tanah, tidak memiliki buku-buku, tumbuh ke pusat bumi atau
menuju air, warna tidak hijau (keputih-putihan atau kekuning-kuningan), dan
memiliki bentuk meruncing. Terdapat dua jenis sistem perakaran pada tumbuhan,
yaitu serabut dan tunggang. Tumbuhan monokotil seperti padi, jagung, dan rumput
memiliki sistem perakaran serabut. Sebaliknya pada tumbuhan dikotil seperti
kacang tanah dan mangga memiliki sistem perakaran tunggang.
2. Struktur dan Fungsi Batang
Pada umumnya tumbuhan memiliki batang yang
berdiri tegak di atas tanah serta mendukung cabang, daun, dan bunga. Batang
umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder, memiliki ruas-ruas
(internodus) yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku (nodus). Pada nodus
inilah tempat melekatnya daun dan tunas. Batang memiliki banyak fungsi antara
lain menyokong bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas tanah, dan sebagai
jalan pengangkutan air dan mineral dari akar menuju daun dan jalan pengangkutan
makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
Pada beberapa tumbuhan, batang dapat mengalami
modifikasi dan berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya
pada tumbuhan tebu dan kentang dan rimpang kunyit. Sebagai bukti bahwa rimpang
kunyit dan umbi kentang adalah batang.
3. Struktur dan Fungsi Daun
Daun merupakan organ tumbuhan yang menempel pada
batang, biasanya berbentuk tipis lebar dan banyak mengandung zat warna hijau
yang dinamakan klorofil. Daun memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai
alat untuk mengambil gas karbon dioksida (CO2) yang digunakan sebagai sumber
(bahan baku) dalam fotosintesis, mengatur penguapan air (transpirasi), dan
pernapasan (respirasi) tumbuhan.
| Klick Gambar untuk Melihat Video Pembelajara |
Setiap tumbuhan memiliki bentuk, ukuran, dan
warna daun yang berbeda untuk mencirikan tumbuhan tersebut. Ada perbedaan
struktur luar daun monokotil dan daun dikotil. Daun monokotil memiliki
peruratan daun yang sejajar, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki peruratan daun
menjala.
Pada proses fotosintesis dibutuhkan cahaya
sebagai sumber energi. Energi tersebut ditangkap oleh zat hijau daun yang
disebut klorofil. Gas karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) digunakan sebagai bahan
baku untuk menghasilkan glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2). Perhatikan reaksi
berikut!
Glukosa selanjutnya akan disusun menjadi zat
pati/amilum (C6H10O5)n melalui reaksi
polimerisasi. Amilum tersebut kemudian disimpan dalam akar (misalnya pada
singkong), batang (misalnya pada sagu), dan buah (misalnya pada padi).
4. Struktur dan Fungsi Bunga
Bunga merupakan alat reproduksi generatif pada
tumbuhan. Bunga biasanya memiliki warna yang menarik dan berfungsi untuk
menarik serangga atau hewan lain yang dapat membantu proses penyerbukan. Secara
umum, bunga tersusun atas dua bagian utama, yaitu perhiasan bunga dan alat
reproduksi bunga. Perhiasan bunga meliputi tangkai, kelopak (kaliks), dan
mahkota (korola). Sedangkan alat reproduksi berupa benang sari (alat kelamin
jantan) dan putik (alat kelamin betina). Bunga yang memiliki bagian-bagian
tersebut disebut bunga lengkap. Sedangkan bunga yang tidak memiliki salah
satunya disebut bunga tidak lengkap.
Tumbuhan monokotil dan dikotil dapat dibedakan
berdasarkan karakteristik bunga, yaitu jumlah bagian-bagian bunga. Tumbuhan
monokotil mempunyai bagian-bagian bunga seperti daun kelopak, daun mahkota, dan
benang sari yang berkelipatan 3 (tiga). Pada tumbuhan dikotil mempunyai
bagian-bagian bunga berkelipatan 4 (empat) atau 5 (lima).
5. Struktur dan Fungsi Buah dan Biji
Putik terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian
dasar yang menggelembung disebut bakal buah (ovarium), bagian yang memanjang
disebut tangkai putik (stilus), dan kepala putik (stigma). Di dalam bakal buah
terdapat satu atau lebih bakal biji (ovul). Pada perkembangan selanjutnya,
bakal buah akan berkembang menjadi buah sedangkan bakal biji akan berkembang
menjadi biji.
(sumber : KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2017)
Langganan:
Postingan (Atom)









